Banyak yang masih mengira bahwa kafein hanya identik dengan kopi. Walaupun tidak sepenuhnya salah, namun kafein adalah kandungan yang tidak hanya terdapat dalam kopi melainkan juga pada teh, cokelat dan minuman berenergi.
Banyak juga yang berasumsi bahwa kafein ini memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Faktanya, dampak baik maupun buruk itu tergantung dari sensitivitas individu dan jumlah kafein yang dikonsumsi. Lalu, benarkah kafein berdampak buruk bagi kesehatan?
Dampak Positif Kafein
Pada beberapa penelitian, mengonsumsi kafein dalam jumlah yang normal dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan. Manfaat bagi kesehatan tersebut seperti menguransi risiko terkena penyakit Alzheimer dan demensia, serta dapat mengurangi sakit kepala dan migrain.
Dampak positif lainnya yang dirasakan bagi pengonsumsi kafein adalah dapat meningkatkan fokus dan energi serta stamina dalam menjalani rutinitas sehari-hari. Namun tentunya jumlah kafein yang dikonsumsi perlu diatur agar tidak berlebihan.
Dampak Negatif Kafein
Walaupun memiliki dampak positif, kafein juga memiliki dampak buruk jika dikonsumsi secara berlebihan. Dampak negatif yang ditimbulkan dari mengonsumsi kafein tentunya berbeda bagi masing-masing individu. Namun secara umum, potensi bahaya kafein adalah sebagai berikut:
1. Kecemasan: Umumnya, konsumsi kafein berlebih dapat memicu stress dan kecemasan.
2. Gangguan Tidur: Kualitas tidur seseorang dapat terganggu apabila mengonsumsi kafein terlalu dekat dengan waktu tidur.
3. Masalah Pencernaan: Beberapa orang dapat merasakan adanya gangguan pencernaan setelah mengonsumsi kafein.
4. Peningkatan Detak Jantung: Banyak yang merasakan detak jantung berlaju lebih cepat dan tidak teratur setelah mengonsumsi kafein, terutama bagi yang belum terbiasa mengonsumsinya.
5. Ketergantungan: Mengonsumsi kafein berlebihan dapat menimbulkan ketergantungan, di mana jika berhenti mengonsumsinya tiba-tiba dapat menimbulkan gejala yang tidak nyaman bagi tubuh seperti sakit kepala dan kelelahan.
Kesimpulannya, kafein tidaklah berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah yang masih moderat. Penting untuk mengetahui batasan pribadi karena masing-masing individu berbeda. Batasan normal yang direkomendasikan dokter adalah sekitar 200-400 mg per hari atau sekitar 2-3 cangkir kopi.
--
eLHaque

0 Komentar